Minggu, 10 Juni 2012

laporan prakerin smk tkj BAB 1

BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
1.   Latar Belakang Kegiatan
Perlu disadari bahwa sampai pada saat ini lulusan SMK belum dapat diserap langsung oleh pihak dunia usaha maupun industri. Secara kasat mata terbukti hampir setiap dunia usaha/industri ketika merekrut tenaga kerja lulusan SMK masih Pendidikan dan Pelatihan bagi yang telah lolos seleksi penerimaa nkaryawa nrata-rata 3 (tiga) bulan.
Hal ini menunjukan bahwaketerampilan yang dimiliki lulusan SMK belum diakui oleh pihak dunia usaha/industri.Jika kita kaji secara seksama, kita tidak dapat menyalahkan pihak duniausaha/ industri. Memang pada kenyataannya masih banyak SMK yang sangat minim peralatan praktik. Sehingga peserta diklat yang harusnya porsi pembelajaran praktik idealnya 70% hanya dapat dilaksanakan 30% saja. Bahkan ada beberapa SMK yang tidak memiliki sama sekali peralatan praktik, dalam pelaksanaan peserta diklat hanya dapat berangan-angan dengan teori saja tidak dengan peralatan kenyataan yang sebenarnya. SMK yang peralatan praktik cukup memadai, belum tentu peralatan itu sesuai dengan yang ada di industri/usaha. Sekarang peralatan di dunia usaha/ industri sudah serba otomatis sedangkan peralatan yang ada di SMK-SMK masih manual. Sehingga pelaksanaan praktik hanya sekedar mengenal peralatan yang ada, kurang memperhatikan kebutuhan di dunia industri/usaha, itu pun tidak semuanya dapat memanfaatkan secara maksimal.
Sesuai dengan hasil pengamatan dan penelitian Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan, pola penyelenggaraan di SMK belum secara tegas dapat menghasilkan tamatan sebagaimana  yang diharapkan. Hal tersebut dapat dilihat dari kondisi pembelajaran yang belum kondusif untuk menghasilkan tenaga kerja yang professional, karena keahlian professional seseorang tidak semata-mata diukur oleh penguasaan  unsur pengetahuan dan teknik bekerja, tetapi harus dilengkapi dengan penguasaan kiat (arts) bekerja yang baik. Penggunaan unsur ilmu pengetahuan dan teknik bekerja dapat dipelajari di sekolah, namun untuk kiat adalah  sesuatu yang tidak dapat diajarkan tetapi harus dikuasai melalui pembiasaan dan internalisasi. Untuk kiat yang menjadi faktor utama penentu kadar keahlian professional seseorang, hanya dapat dikuasai melalui cara mengerjakan pekerjaan pada bidang profesi itu sendiri. Karena itulah tumbuh suatu aturan keahlian professional berdasarkan jumlah pengalaman kerja. Misalnya tingkat keahlian seorang pilot diukur dari jumlah jam terbangnya, tingkat keahlian seorang montir diukur dari jumlah tahun kerjanya sebagai seorang montir, dan sertifikat seorang “wekder” bisa batal apabila lebih dari satu tahun tidak lagi mengelas. Mata diklat praktik kejuruan yang disajikan di sekolah biarpun menggunakan peralatan yang lengkap dan modern, pada dasarnya hanya mampu menyajikan proses dan situasi peniruan (simulasi), karena bukan situasi yang sesungguhnya, oleh karena itu sulit diharapkan untuk  mampu memberikan keahlian sebagaimana yang diharapkan.
Melihat kenyataan diatas, Dikmenjur menetapkan strategi operasional yang berdasarka kepada kebijakan “Link and Match” (kesesuaian dan kesepadanan)Departemen Pendidikan dan kebudayaan dalam model penyelenggaraan Pendidikan Sistem Ganda.  Pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan ketentuan yang tertuang dalam Undang-undang Nomor 2 tahun 1989 tentang system Pendidikan Nasional, PP Nomor 20 tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah, PP Nomor 39 1992 tentang Peran serta Masyarakat dalam Pendidikan Nasional, Kepmendikbud Nomor  080/U/1992 tentang Sekolah Menengah Kejuruandan Kepmendikbud Nomor 080/U/1993 tentang kurikulum SMK.
2.    Gambaran Umum Perusahaan
Perusahaan RETRO COMPUTER yang beralamat di jalan KH Dewantara No. 58 B,Kentingan,Jebres,Surakarta. Berdiri tahun 2011, toko accesories komputer sekaligus tempat servis yang tergolong baru ini mampu bersaing dengan kompetitor-kompetitor yang jauh lebih berpengalaman. Dengan modal Rp 60.000.000,00  yang didapatkan dari hasil pinjaman, Mas Rifa’i (pemilik Retro) menekuni usahanya dengan gigih dan berani.
Berkat kerja keras dan usaha yang maksimal, pada tanggal 11 Oktober 2011 Retro Computer berhasil membuka cabang di Kestalan,Kartasura, Sukoharjo yang juga bergerak di bidang yang sama.
Karyawan dan pemilik Retro Computer merupakan jebolan dari MAX-C (MAX Computer), sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pemasangan jaringan, servis komputer, jual beli dan rental CD. Tapi karena ada sebuah masalah maka perusahaan ini vacum untuk beberapa waktu, dan para pegawainya pun mulai mengundurkan diri satu per satu. Muhammad Rifa’i atau lebih akrab dipanggil Mas Fa’i berusaha mencari sumber penghasilan lain dan akhirnya mendirikan Retro Computer tepat di sebuah toko yang sebelumnya ditempati oleh MAX-C, dengan merekrut 4 orang temannya yang sama-sama dari MAX-C perusahaannya pun tetap bertahan sampai sekarang.
3.      Kegiatan Usaha
Kegiatan usaha di Retro Computer adalah bergerak  dalam bidang:
a.       Penjualan PC, laptop, printer, dan aksesoris hardware.
b.      Servis komputer, printer, laptop, dan monitor.
c.       Networking.

B.   Tujuan Kegiatan
1.      Tujuan Pelaksanaan Prakerin
Melalui pendekatan pembelajaran ini peserta diharapkan:
a.       Mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan dunia kerja yang sesungguhnya.
b.      Memiliki tingkat kompetensi standar sesuai yang dipersyaratkan oleh dunia kerja.
c.       Menjadi tenaga kerja yang  berwawasan mutu, ekonomi, bisnis kewirausahaan, dan produktif.
d.      Dapat menyerap perkembangan teknologi dan budaya kerja untuk kepentingan perkembangan dirinya.
2.      Tujuan Pembuatan Laporan
a.       Sebagai salah satu bentuk latihan, dalam menghadapi UjiKompetensi pada akhir proses pembelajaran.
b.      Sebagai salah satu tugas yang disyaratkan untuk menempuh UAS/UN.
C.  Manfa’at
1.      Menambah wawasan dalam dunia kerja.
2.      Menambah wawasan tentang computer.
3.      Menambah tali persaudaraan antarpelajar SMK.
D.  Sistematika
BAB I PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
1.      Gambaran Umum Perusahaan
2.      Kegiatan Usaha
B.     Tujuan Kegiatan
1.      Tujuan Pelaksanaan Prakerin
2.      Tujuan Pembuatan Laporan
C.     Manfa’at
D.     Sistematika
BAB II PROSES PELAKSANAAN
A.     Pelaksanaan Kegiatan
1.   Memback up driver dan data di partisi sistem
2.   Memback up driver menggunakan Hirens Boot
3.   Memback up driver menggunakan Driver Genius
4.   Memback up data pada partisi sistem
B.     Membuat Bootable Windows XP pada USB Flashdisk
1.   Membootable flashdisk dengan menggunakan aplikasi Win To Flash
C.     Instal Windows XP Secara Manual
1.   Proses setting BIOS
2.   Proses instal Windows XP Service Pack 2
3.   Setting Registry Editor
D.     Menginstal Driver
1.      Menginstal driver melalui Device Manager
BAB III PENUTUP
A.     Kesimpulan
B.     Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN












Tidak ada komentar:

Poskan Komentar